Adab Kepada Allah dan Adab Orang Alim

Adab Kepada Allah dan Adab Orang Alim

Adab Kepada Allah

Al Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al Ghazali berkata di dalam kitab Bidayatul Hidayah : Hendaklah engkau mempelajari tata cara "duduk berteman" dengan Allah Swt. dan berbagai adab saat berdzikir kepada-Nya. Adab-adab itu adalah sebagai berikut :

1. Menundukkan kepala.

2. Memejamkan mata.

3. Menyatukan perhatian dan perasaan.

4. Selalu diam (dari selain dzikir).

5. Menenangkan anggota badan.

6. Bergegas melakukan perintah-Nya.

7. Menjauhi larangan-Nya.

8. Tidak berpaling dari-Nya.

9. Selalu mengingat-Nya.

10. Selalu merenungi ciptaan-Nya.

11. Mengutamakan yang haq atas yang batil.

12. Putus harapan dari makhluk.

13. Tunduk merendah di bawah kewibawaan-Nya.

14. Merasa hina dan penuh perasaan malu kepada-Nya.

15. Bersikap tenang dalam berusaha karena percaya dengan jaminan-Nya dan bertawakkal atas anugrah-Nya dengan meyakini bahwa yang terbaik adalah pilihan dan kehendak-Nya.

Semua adab ini hendaknya engkau lazimkan disepanjang malam dan siangmu. Karena memang semua itu adalah adab mulia yang harus diberikan kepada "teman sejati" yang tidak pernah meninggalkan dirimu, yaitu Allah Swt.. Adapun para makhluk, maka mereka semua pasti akan meninggalkan dirimu di dalam sebagian waktu. 

Adab Orang Alim.

Al Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al Ghazali mengatakan di dalam kitab Bidayatul Hidayah ada tujuh belas perkara adab orang alim, yaitu :

1. Orang alim itu hendaklah bersifat sabar.

2. Lazumul Halim, yakni bersifat halim, tidak cepat marah.

3. Duduk dengan wibawa dengan kepala menunduk.

4. Tidak takabbur dan sombong kepada seluruh hamba Allah kecuali kepada orang zalim untuk mencegah kezalimannya.

5. Tawadhu', merendah diri dalam majelis orang banyak.

6. Tidak bergurau.

7. Kasih sayang kepada pelajar dan lemah lembut baik perbuatan dan ucapan.

8. Menanti dan mengoreksi dengan sabar atas pertanyaan orang dungu atau bebal.

9. Memperbaiki dan membetulkan orang bebal atau bodoh dengan menunjukkan jalan kebajikan serta jalan yang benar, tidak marah atau menggertak orang yang baru belajar.

10. Jangan malu untuk berkata tidak tahu atau mengucap wallahu a'lam bila masih ragu atas jawaban suatu masalah yang beltm jelas persoalannya.

11. Serius dalam menanggapi pertanyaan tentang permasalahan yang menuntut jawaban agar ia menjadi faham.

12. Menerima dalil yang membenarkan perkataan orang atau murid, dan jangan sampai menolaknya karena malu kepada orang banyak, sebab mengikuti kebenaran adalah wajib, sekalipun kebenaran itu dari orang di bawah kita.

13. Mengikuti kebenaran dan kembali kepadanya jika suatu saat mengalami kesalahan.

14. Mencegah orang yang akan mempelajari ilmu yang memberi mudharat.

15. Mencegah orang yang belajar ilmu bukan untuk mencari keridhoan Allah.

16. Mencegah orang yang ingin belajar ilmu fardhu kifayah, akan tetapi mengajari ilmu yang fardhu ain terlebih dahulu, karena ilmu yang fardhu ain itu dapat memberbaiki lahiriah dan batiniyah dengan ketakwaan.

17. Mengamalkan ilmunya agar diikuti oleh murid baik perbuatan atau perkataan.

Adab Orang Yang Belajar Kepada Gurunya.

Al Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al Ghazali di dalam kitab Bidayatul Hidayah mengatakan ada sebelas perkara adab murid terhadap guru, yaitu :

1. Bila bertemu guru, hendaklah mendahulukan memberi salam dan minta izin masuk.

2. Jangan banyak bicara di depan guru.

3. Jangan berkata sesuatu yang tidak ditanya oleh guru.

4. Jangan bertanya kepada guru melainkan minta izin terlebih dahulu.

5. Jangan menyangkal perkataan guru dengan mengatakan si fulan berbeda dengan perkataanmu.

6. Tidak menyanggah pendapat guru bila berbeda denganmu, sehingga menjatuhkan martabatnya dan mengurangi barokah.

7. Jangan berbisik dengan orang dimuka guru.

8. Jangan menoleh ke kanan dan ke kiri di muka guru, tetapi duduk sambil menundukkan pandangannya dengan tenang dan sopan seakan-akan ia di dalam shalat.

9. Jangan memperbanyak pertanyaan kepada guru saat ia lelah atau susah.

10. Apabila guru berdiri, maka murid pun berdiri untuk menghormatinya. Tidak bertanya di jalan, tetapi tunggulah sampai ia tiba di rumahnya atau tempat duduknya.

11. Jangan berburuk sangka kepada guru bila melihat perbuatanya berlainan dengan i'tikadnya, atau berlainan dengan perbuatanmu, karena guru lebih mengetahui rahasia-rahasianya seperti hikayat nabi Musa dan nabi Khidir (Balya' Ibnu Mulkan). Dimana Khidir merusak sampan yang dinaiki, membetulkan rumah orang lain tanpa meminta imbalan, membunuh anak kecil yang kenyataanya menyalahi syariat. Oleh sebab itu, nabi Musa ingkar kepadanya, namun hakekatnya tidak menyalahi aspek batin dan syariat, dan akhirnya nabi Musa juga membenarkan nabi Khidir. 
 abdkadiralhamid@2013

Subscribe to receive free email updates: